Abstrak seminar dapat dilihat disiniPHOTO TERBARU
Studi Industri 2015
Rabu, 17 Februari 2010
Minggu, 14 Februari 2010
DARI GAPTEK JADI HI-TECH
Tahukah kalian seberapa besar pengaruh teknologi dalam kehidupan kita? Tidak dipungkirisekarang zaman semakin berkembang maju bersamaan dengan teknologi yang semakin canggih. Di era Teknologi ini kita dituntut untuk selalu “up to date” dalam segala hal, terutama dalam informasi. Teknologi informasi banyak didapat melalui internet dan website yang ada didalamnya.
Dari mulai anak sekolah, mahasiswa,karyawan bahkan para pejabat pun sudah tidak asing lagi dengan teknologi informasi. Lalu bagaimana pengaruh teknologi informasi terhadap diri saya sendiri? Justru disitulah letak permasalahannya.
Sebelum saya memutuskan untuk memulai kuliah, saya hanyalah seorang manusia biasa yang sama sekali acuh tak acuh dalam menyikapai teknologi informasi ini. Bisa dibilang bahwa saya adalah orang “gaptek” alias gagap teknologi. Saya merasa agak merinding apabila sudah berhubungan dengan komputer. Hal itu bisa jadi disebabkan dengan minimnya fasilitas yang saya miliki. Ketika orang-orang sibuk dengan informasi-informasi terbaru seperti email, friendster, facebook dan sebagainya saya hanya terdiam membisu masa bodoh karena tidak terlalu tertarik.
Pertengahan tahun 2009, saya memutuskan untuk kuliah di UNJANI. Dari situlah perjuangan yang berliku pun dimulai. Diawal perkuliahan teknologi informasi, nyaliku sudah menciut ketakutan duluan. Hal pertama yang terlintas dipikiranku, “y Allah, bagaimana ini? Apa yang harus ku perbuat?”. Pertemuan dngan dosen TI pun membuatku bertanya-tanya, seperti apakah orangnya? Apa dia seorang dosen yang “killer”?
Ternyata semua kekhawatiranku terhapuskan setelah ia memperkenalkan dirinya. Sungguh luar biasa, pikirku. Sepertinya dosen ini baik. Ada sedikit perasaan tenang menyelimuti hatiku. Meski ia baik tetap saja ia menuntut kita agar mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi informasi. Mau tak mau hal ini terpaksa mendorong diriku yang semula enggan berhadapan dengan komputer. Dimulai dari membuat sebuah email, facebook dan juga blog. Dan semuanya itu sangat erat hubungannya dengan internet.
Awalnya, saya membuat semua itu semata-mata hanyalah tugas wajib yang mesti dikerjakan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai akrab dan menikmati semuanya. Dengan aktif di facebook, saya mendapatkan lebih banyak teman dan informasi pun lebih cepat didapat. “Media silaturahmi yang baik. Begitu pula dengan blog, disana kita bisa menyalurkan hobi kita berupa tulisan-tulisan, artikel dan bisa juga sebagai media promosi.
Dengan belajar mata kuliah Teknologi Informasi, hal ini benar-benar sudah berpengaruh besar dalam pengetahuan dan hidupku. Sekarang saya sudah tidak enggan lagi berhadapan dengan komputer alias gaptek, tetapi sekarang ada slogan baru dalam hidupku yaitu “hi-tech”, dimana saya merasa lebih tertarik untuk mengikuti informasi yang terkandung didalamnya. Mencari informasi apapun dapat ditemukan di internet. Sebuah jaringan dan situs maya yang bisa menambah ilmu pengetahuan tergantung dari bagaimanacara kita menggunakannya.
Untuk itu saya berterima kasih sekeli kepada ibu saya tercinta, pacar saya, teman-teman dan tak lupa pada bapak Jasmansyah selaku dosen TI Kimia Unjani yang telah membantu dan memberikan dukungannya kepada saya untuk lebih maju lagi. Mudah-mudahan tidak sampai disini saja perjuangan saya dalam mempelajari teknologi informasi, meskipun sudah tidak ada lagi mata kuliah TI, tapi saya akan tetap berusaha untuk tetap aktif dalam dunia teknologi informasi yang semakin canggih lagi . Insya Allah.
Nama : Laila Adhariani
NIM : 3212091018/Ekstensi
E-mail : dlailachan@yahoo.com dan dlailachan@gmail.com
Blog : dlailachan.blogspot.com
Kamis, 04 Februari 2010
Dosen Kimia jadi Pudek I dan II FMIPA Unjani
Rabu, 03 Februari 2010
Seminar Bulanan, 13 Pebruari 2010 di Banten
Kamis, 21 Januari 2010
Seminar Bulanan Jurusan Kimia, dihadiri oleh lebih 100 peserta dan berjalan dengan sukses
Kamis, 07 Januari 2010
Seminar Bulanan 20 Januari 2010
PERAN RUMAH TANGGA UNTUK MENGELOLA
SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
DASLI NOERDIN
Email : noerdin_dasli@yahoo.co.id
ABSTRAK
Selain sampah industri, radioaktif, ternak atu peternakan dan sampah pasar, sampah rumah tangga atau domestic termasuk segmen yang harus dikelola dengan baik. Pada umumnya sampah rumah tangga terdiri dari sampah basah atau organic, kertas, plastik, kaca dan logam. Permasalahan sampah sesungguhnya adalah bagaimana agar sampah tersebut dikelola dengan memilah sampah menjadi sampah basah atau organic, kertas, plastic dan logam sejak dari rumah tangga (domestik), sampai kesemua sumber penghasil sampah .Di rumah tangga semua penghuninya harus taat untuk memisahkan sampah tersebut menjadi sampah basah, kertas plastic,kaca dan logam atau minimal dipilah menjadi sampah basah dan sampah kering. Jika di setiap rumah tangga sampah sudah terpilah dengan baik, maka sesungguhnya sekitar 50 persen masalah sampah sudah bisa diatasi, dengan syarat di tempat pembuangan sampah sementara ( TPS ) dan tempat pembuangan akhir ( TPA ) telah tersedia penampung sampah yang sudah terpilah juga. Di tingkat rumah tangga pertama kali perlu ada pembinaan dan sosialisasi yang berorientasi kepada reward dan punishment, dari kalangan yang berkompeten semisal kalangan dunia pendidikan, tokoh masyarakat dan pemerintah sebagai penanggung jawab keseluruhan dengan kebijakan yang sesuai. Tanpa ketaatan semua rasanya sampah akan selalu jadi masalah. Ketaatan Rumah Tangga mengelola sampah tanpa kebijakan dan infra struktur yang sesuai akan menjadi sia-sia belaka.
Rabu, 30 Desember 2009
Inilah Tiga Prinsip Hidup Gus Dur

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak ada kenangan tak mengenakkan yang ditinggalkan Gus Dur pada orang-orang yang dikenalnya, termasuk salah satu orang dekat Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Ketua DPP PKB, Hermawi Taslim.
Kepada Kompas.com, Hermawi mengungkapkan tiga prinsip dalam hidup Gus Dur yang selalu ia sampaikan kepada orang-orang terdekatnya.
Pertama, mengutip Hermawi, Gus Dur akan selalu berpihak pada yang lemah. Kedua, anti-diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan ketiga, tidak pernah membenci orang, sekalipun disakiti.
"Itu nilai-nilai yang selalu ia sampaikan kepada kami dan menjadi prinsip hidupnya," kata Hermawi, yang selama 10 tahun terakhir turut bersama Gus Dur dalam segala aktivitasnya.
Gus Dur, kisah Hermawi, tak pernah marah lebih dari tiga hari kepada siapa pun. "Meskipun orang jahat dan menyakiti beliau, marahnya enggak pernah lebih dari tiga hari. Hari keempat pasti sudah baik. Hati beliau bersih, walau kadang ada yang memanfaatkan kebaikannya," ujar Hermawi.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/30/2049404/Inilah.Tiga.Prinsip.Hidup.Gus.Dur







