Hendaklah kamu semua mengusahakan ilmu pengetahuan itu sebelum dilenyapkan. Lenyapnya ilmu pengetahuan ialah dengan matinya orang-orang yang memberikan atau mengajarkannya. Seorang itu tidaklah dilahirkan langsung pandai, jadi ilmu pengetahuan itu pastilah harus dengan belajar. ( Ibnu Mas’ud r.a )

PHOTO TERBARU

PHOTO TERBARU
Studi Industri 2015

Kamis, 18 Desember 2008

ZAT KIMIA MENGANCAM KESEHATAN


Dizaman serba instan dan praktis ini hampir tidak bisa kita menemukan benda-benda yang benar-benar bebas dari bahan kimia. Bahan kimia memang bermanfaat bagi kehidupan manusia karena memudahkan kebutuhan, namun tidak hanya manfaat yang dimiliki oleh bahan kimia, ancaman bahaya bagi kesehatan pun dimiliki oleh beberapa bahan kimia.

Zat kimia yang terkandung pada benda-benda yang sengaja dibuat oleh manusia dapat membahayakan bagi kesehatan, misalnya saja tempat makanan yang terbuat dari bahan plastik. Jika tempat menyimpan makanan Anda terbuat dari plastik yang mudah baret, mengelupas atau melepuh ada baiknya bila Anda tidak menggunakannya lagi. Pilihlah wadah plastik dengan label yang mengatakan aman untuk microwave serta menyimpan makanan yang akan dipanaskan lagi.

Alat masak dengan lapisan anti lengket juga dapat berbahaya bagi kesehatan, sebaiknya tangani alat masak tersebut secara tepat. Karena uap yang keluar dari lapisan yang rusak bisa berbahaya, dan hanya
terjadi bila lapisan anti lengket itu tergores atau dipanaskan dengan suhu yang terlalu tinggi. Gunakan panas sedang pada kompor, maksimum 450 derajat fahrenheit (232 derajat celcius) pada oven. Bila anda hanya
menggunakan alat masak plastik atau kayu untuk memasak atau dengan alat masak anti lengket, sebaiknya bersihkan dengan sponge khusus yang dirancang untuk lapisan anti lengket.

Bila anda menggunakan busa bantal perabot, sebaiknya berhati-hatilah karena kandungan zat kimia ‘polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) ternyata lambat dalam pembakarannya pada alat tersebut, sehingga pada jangka panjang dapat mengganggu fungsi thyroid serta liver jika terhirup dalam jumlah besar. Sebaiknya ganti busa bantal yang sudah tua dan jika perabot anda mempunyai bantal busa yang menempel di dalam, siasatilah agar debu tidak terbang keluar dengan sarung penutup baru.

Mulailah mengonsumsi buah dan sayuran yang ditanam secara organik karena kandungan pestisidanya lebih aman bila dibanding produk yang ditanam secara konvensional. Salah satu ciri buah dan sayuran yang aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung pestisida yang berbahaya adalah dengan banyaknya hewan-hewan kecil yang ada pada buah atau sayuran tersebut. Hewan-hewan tersebut mengindikasikan bahwa tidak terdapat pestisida yang berbahaya bagi makhluk hidup. Harga sayuran organik memang lebih mahal namun lebih aman bagi kesehatan tubuh, bukan berarti anda tidak harus makan semua yang serba organik untuk menghindari kandungan pestisida. Dengan mengkonsumsi buah dan sayuran yang organik, maka anda akan terhindar terpajan zat kimia beracun penyebab kanker. [pr/sls]

Jumat, 12 Desember 2008

Bahagianya Saat Wisuda


Wisudawan Jurusan Kimia Unjani

Ketua dan Sekretaris Jurusan Kimia


Lilis Siti Aisyah, S.Si, M.si (Sekjur kiri) Yenny Febriani Yun, S.Si, M.Si (Kajur kanan)

Mengajarkan tradisi yang baik




SETIAP memasuki tahun ajaran baru bagi mahasiswa diadakan orientasi kampus atau pengenalan kehidupan kampus yang sering disebut dengan OSPEK. Saat itulah mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus dengan segala suka dan dukanya. Manfaat Ospek sangatlah besar. Bukan saja pengenalan tentang budaya kehidupan kampus dengan ciri kemandiriannya yang berbeda dengan kehidupan saat di SLTA, namun juga menjadi media saling kenal dengan sesama masyarakat kampus. Bukan sekadar dengan teman satu jurusan, fakultas, angkatan dan senior-senior saja, tetapi juga dengan para dosen dan karyawan di kampus.

Ospek juga dapat menjadi media melatih mental diri sebagai seorang mahasiswa untuk kuat dan mengedepankan kebersamaan. Sayangnya, media ini banyak kampus sering di salahgunakan oleh oknum-oknum senior dengan bertindak yang tidak tepat pada mahasiswa baru sebagai juniornya di kampus.

Mereka melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan arti dan tujuan Ospek. Aturan tentang Ospek banyak dilanggar karena lemahnya pengawasan dari pihak kampus. Kekerasan, arogansi, dan pelecehan senior pada junior pun banyak terjadi dalam Ospek. Tidak heran kalau kemudian banyak mahasiswa jadi korban Ospek.

Pengidolisasian yang berlebihan terhadap korps jurusan atau fakultas maupun kampus juga banyak terjadi dan diajarkan di dalam Ospek. Tak jarang hal demikian memicu pertikaian antarmahasiswa yang beda fakultas di lingkungan kampus atau antar kampus.

Adanya Ospek yang diwarnai penyimpangan oleh senior di era reformasi sekarang ini memang bukan jamannya lagi. Aturan yang baik pun dibuat. Namun sayang, oknum-oknum senior terkadang ada yang berusaha mencari celah atau kesempatan untuk bertindak yang tidak dibenarkan dalam Ospek.

Sadar atau tidak sadar, cepat atau lambat, apa yang dilakukan senior seperti itu akan ditiru oleh para junior. Bagi junior yang diperlakukan berlebihan apalagi, bisa saja akan menaruh dendam. Paling tidak saat mereka jadi senior nanti akan meniru tentang apa yang pernah dilakukan para senior terhadapnya.

Jadilah kemudian Ospek yang melibatkan mereka sebagai senior, menjadi Ospek yang tetap berbau kekerasan, arogansi, pelecehan dan pengidolisasian yang berlebihan. Dapat juga hal buruk seperti itu menjadi tradisi. Tradisi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan ciri mahasiswa sebagai masyarakat kampus yang berjiwa ilmiah dan berakhlaq mulia.

Ospek yang meneruskan tradisi berunsur kekerasan, arogansi, pelecehan dan pengidolisasian yang berlebihan akibatnya sudah jelas sangat jelek. Akankah para mahasiswa senior yang menjadi panitia Ospek khususnya, akan terus mengajarkan tradisi yang tidak positif seperti itu?

Pertanyaan demikian harus dijawab dengan mendasarkan maksud dan tujuan diselenggarakannya suatu Ospek. Pemahaman yang baik tentang maksud dan tujuan Ospek tentu akan mengajak siapa saja yang terlibat di dalam kegiatan Ospek, tidak melakukan hal yang tidak pantas dilakukan di dalam Ospek.

Mahasiswa senior yang menjadi panitia misalnya, harus sadar dengan kedudukannya. Keinginan diri atau bersama memajukan mahasiswa baru lewat Ospek janganlah dikotori dengan pengajaran tradisi yang tidak baik. Ajarkan tradisi yang baik-baik saja. Apa susahnya mengajarkan hal yang baik dan apa ruginya?

Kalau Ospek bisa diselenggarakan dengan tradisi yang baik, mengapa harus ada tradisi tidak baik di dalamnya? Dalam hal ada masalah saat pelaksanaan Ospek misalnya, tidak perlu sampai memunculkan masalah baru. Selesaikan dengan baik dan bersemangatkan prinsip kekeluargaan.

Mengajarkan hal-hal yang baik adalah ibarat menebar atau menanam benih, yang apabila tetap dijaga dan dirawat dengan baik, akan memberi manfaat bagi diri dan yang ditaburi atau ditanami benih kebaikan. Sebaliknya, penebaran kekerasan, arogansi dan pelecehan hanya akan melahirkan kebencian, pertikaian serta ketidakharmonisan dalam hidup.

Ospek yang baik adalah Ospek yang dapat diselenggarakan dengan tertib, disilpin dan saling menghormati serta berisikan materi kegiatan yang benar-benar berbobot. Dengan begitu, Ospek yang baik setidaknya dapat menambah wawasan dan keterampilan, kemandirian serta persaudaraan peserta Ospek.

Oleh karena Ospek akan dapat berjalan dengan baik apabila ada kesadaran dari para pelaksana dan yang ikut serta dalam Ospek untuk memahami tugas dan kewajibannya, sudah seharusnya didukung dengan pengedepanan rasa tanggungjawab semua pihak terkait. Yang tidak kalah pentingnya, pengawasan yang baik pihak kampus juga harus ada dan berkesinambungan demi citra positif pihak kampus lewat jalur Ospek. hf (www.wawasandigital.com)

Rabu, 10 Desember 2008

Studi Industri 2008




Studi Industri Mahasiswa Jurusan Kimia ke Gresik - Bali - Yokyakarta 2008

Kampus Kimia Unjani




Disinilah kampus Jurusan Kimia Unjani.
Jl. Terusan Jenderal Sudirman Cimahi - Bandung Jawa Barat
Telp. (022) 6631556